Senin, 15 April 2013
Air ZamZam
Gagalnya dunia barat untuk menanamkan keraguan sumber Air Zamzam, karena posisinya
Makkah, merupakan kawasan jarang hujan dan bersuhu panas tinggi, tapi air Zamzam dapat
diminum oleh jutaan umat Islam; sedang sumur- sumur sekitarnya di Makkah kering). Pada tahun 1971 pernah seorang dokter berkata bahwa air Zamzam tidak layak minum.
Mengingat letak Ka’bah di bawah permukaan laut dan di senter kota Makkah, maka semua air murni hyginis pasti terhimpun ke air Zamzam. Untuk membuktikan lama masa layak pakainya, dikirimlah sampel air Zamzam ke laboratorium Eropa.
Mu’inuddin Ahmad seorang Insinyur Kimia, pegawai Departemen Pertanian dan Irigasi Saudi
pada waktu itu berkata, bahwa dia telah memilih sejumlah air Zamzam untuk sampel. Sebelum itu dia belum pernah melihat sumur Zam-zam.
Karena itu ketika mengambil air Zamzam hatinya penuh bertanya-tanya, setengah tidak percaya tapi penuh heran dan kagum karena sumur Zamzam yang hanya berukuran panjang 18 kaki dan lebar 14 kaki dapat diambil jutaan galon untuk minum jamaah haji setiap tahun sejak masa Nabi Ibrahim alaihisallam.
Untuk mengukur sumur dan kedalaman air, Mu’in baru mandi lalu turun ke dalam sumur Zamzam sampai kedalaman air di bahunya.
Dicarilah datangnya air di dalam sumur itu dari berbagai arah, namun tidak didapatkannya, sehingga membuatnya semakin penasaran. Datanglah sebuah ide baginya menyedot dengan pompa besar yang memang dipergunakan untuk mengisi bak-bak penampungan dengan air Zamzam di dekatnya. Barangkali dengan cara itu, air bisa susut dan dengan mudah mengetahui datangnya sumber di dalamnya. Apa gerangan
setelah dilakukan dengan penuh usaha itu?
Ternyata usahanya tidak kunjung berhasil juga. Maka disuruhlah temannya agar turun juga
membantunya. Ketika itulah sang teman merasa kalau pasir-pasir di dalam sumur itu bergerak sesuai kekuatan pompa besar itu menyedot air.
Ternyata sebanyak air itu disedot sebanyak itu pula air berikutnya datang menggantinya.
Sebab itu ukuran air di dalam sumur tidak pernah berkurang sedikitpun walau disedot sebesar bagaimanapun.
Dari situlah Mu’in mengambil air-air sampel untuk dibawa ke Laboratorium Eropa. Tapi sebelum dia meninggalkan Makkah, petugas-petugas yang menangani sumur-sumur
di kawasan itu dimintai keterangannya, ternyata sumur-sumur di sekitar Makkah mayoritasnya kering. Disamping penelitian air Zamzam dilakukan di Laboratorium Eropa, maka Departemen Pertanian dan Irigasi Saudipun melakukannya.
Akhirnya, dari hasil kedua laboratrium ini menyatakan hasil yang sama, yaitu air Zamzam
adalah air yang layak minum sebagaimana air minum lainnya di sekitar Makkah. Bedanya hanya di dalam kadar Kalsium dan Magnesiumnya.
Mungkin inilah yang menyebabkan air Zamzam dapat mendatangkan kesegaran dan semangat
kepada para jamaah haji yang merasa payah dan letih. Tapi lebih dari itu, Zamzam mengandung beberapa rangkaian unsur flourine (F) yang berfungsi untuk membasmi kuman.
Gagallah usaha dunia barat untuk menanamkan keraguan mu’jizat dalam air Zamzam, karena
hasil Laboratorium-2 Eropa menyatakan, kalau Air Zamzam itu layak pakai untuk diminum,
sebagaimana diakuki dunia pula dengan dikonsumsi jamaah haji dari seluruh penjuru
dunia sejak ratusan tahun lalu karena dengan meminum Air Zamzam mereka menjadi segar
bugar kembali penuh semangat dan lezat. Air Zamzam belum pernah kering sejak ratusan
tahun lamanya, selalu memenuhi kebutuhan walau diambil dalam jumlah besar di musim-
musim haji , dan benar-benar murni tidak pernah ditambah chlorine.
Subhanallah, di antara mu’jizat yang terdapat pada air Zamzam, juga di dalamnya tidak pernah ada tumbuhan jamur atau tumbuhan lainnya seperti yang tumbuh di dalam sumur-sumur lain sehingga membuat rasa dan baunya berbeda- beda.
Suatu hal yang tidak habis dipikir pula, mengapa di kawasan padang pasir yang begitu kering dan tandus sehingga suhu panasnya mencapai 50ยบ C itu masih muncul sebuah mata air yang mengalir sejak ribuan tahun silam tidak pernah susutdikonsumsi jutaan jamaah haji setiap tahun?!
Al Hamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah membuat kita mulia karena diberi kesempatan untuk mengenal agama-Nya yang hak meninggalkan agama yang bathil.
Waspada, Anakku
"Pentas musik yang diselenggarakan produsen rokok beberapa hari yang lalu berujung tawuran... Yang miris adalah untuk menonton acara ini pengunjung diwajibkan membeli rokok di samping tiket masuknya. Padahal mayoritas adalah pelajar SMP dan SMA. Penyelenggara mengaku tidak bisa mengontrol penjualan rokok ini dan mengatakan bahwa seharusnya yang wajib membeli adalah yang berumur 18 thn ke atas. Yang bodoh penyelenggara, penonton, pemberi izin atau tiga2 nya yaa ? Saya belum mendengar dan membaca ada sangsi untuk penjualan kepada anak2 dibawah umur ini... dan bahkan kalaupun ada sangsinya, mereka sudah "berhasil merekrut" calon2 pecandu rokok..karena banyak di antaranya baru mengisap rokok untuk pertama kali....sayang karena sudah terlanjur beli, katanya....."
Inilah kenapa industri rokok sangat suka mensponsori acara acara pentas musik.
Tujuannya jelas, "memancing" perokok perokok baru sebanyak mungkin.
Anak remaja yang sudah membeli rokok tidak mungkin dibuang.
Mungkin disimpan dulu. Kalau situasi dan kondisi aman terkendali ya dicoba.
Ujungnya jelas , kecanduan dan jadi pelanggan tetap seumur hidup.
Ini adalah cara busuk industri rokok untuk menjerat anak anak kita.
Mereka tidak pernah takut karena memang yakin tidak bakalan ada sangsi apa apa
Langganan:
Komentar (Atom)